Bagian dari aplikasi atau situs web yang dikomunikasikan dengan pengguna akhir mengacu pada sisi klien. Demikian pula, bagian dari situs atau aplikasi yang berurusan dengan operasi sisi server disebut backend.
Memilih backend yang tepat untuk frontend Anda sangatlah penting. Terutama, jika Anda menggunakan library React untuk operasi frontend, menggunakan backend yang cocok untuk React akan menjadi tugas yang menakutkan.
React pada dasarnya adalah sebuah library JS yang digunakan untuk membuat UI yang native, sangat interaktif, dan dapat diskalakan dengan mudah.
Didirikan pada tahun 2013, React menggunakan pendekatan deklaratif dan berpusat pada komponen untuk mendesain antarmuka pengguna. Selain itu, library sumber terbuka ini memiliki 45,1 ribu repositori dan 221 ribu bintang di GitHub.
Sebaliknya, jika kita berbicara tentang dominasi pasarnya di antara pustaka JavaScript populer, ia memegang pangsa 4,5% dan persentase penggunaan 5,6%, menurut W3Techs.
Sejalan dengan itu, sebuah survei dari Statista mengklaim bahwa React adalah framework web yang paling banyak digunakan ke-2 dengan 40,58% suara.
Jadi, sangat penting untuk memilih backend terbaik untuk React yang dapat menggandakan peluang keberhasilan proyek Anda. Jadi, artikel ini akan membahas jenis-jenis backend React dan solusi terbaik.
Read More

